Kamis, 08 Desember 2016

Wisata Sejarah Mengedukasi



Hai readers...
Kali ini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya berkunjung ke beberapa wisata bersejarah yang mengedukasi. Mungkin kalian tidak begitu antusias untuk berwisata ke tempat bersejarah, akan tetapi tempat-tempat bersejarah itu lain dari wisata-wisata yang karena wisata sejarah menyimpan beberapa peninggalan yang tidak akan dapat dietemukan di tempat lain dan tidak akan terulang kembali prosesnya. Untuk itu saya akan memberikan pengalaman itu pada kalian

Museum Kereta Palagan Ambarawa




Museum kereta palagan ambarawa merupakan museum peninggalan zaman belanda. Dimana dulunya adalah salah satu stasiun aktif di Semarang. Pada waktu saya mengunjungi museum ini saya melihat beberapa kereta-kereta pada peninggalan sejarah yang masih berada di atas rel nya. Ada kereta uap adapula kereta kayu yang masih kokoh hingga saat ini. Selain itu terdapat juga benda-benda antik yang dulunya dipakai untuk aktivitas perkereta apian di kawasan Ambarawa ini. Disana saya melihat bangunan yang dulunya dipakai sebagai loket karcis, kemudian ada timbangan yang sepetinya dahulu digunakan untuk menimbang barang-barang penumpang, kemudian ada pula telepon antik antik dari masa ke masa seperti telepon yang berbentuk seperti kotak surat sampai telepon yang tombolnya harus diputar bahkan telegraf pun masih ada di museum ini, adapula bel antik, kalkulator antik, roda kereta , peluit dan lonceng yang dipakai untuk jalannya perkereta apian jaman dahulu dan lain-lain.
Selain kita dapat mengambil foto bersama kereta-kereta yang ada, disana juda terdapat ruangan yang terdapat beberapa kursi tamu dan meja. Kita dapat masuk dan berfoto ria di ruangan itu karena itu merupakan spot foto yang bagus untuk di abadikan. Kemudian terdapat pula jendela-jendela besar yang makin membuat tempat ini terlihat unik.
Selain kita melihat-lihat benda-benda antik ini kita juga dimanjakan dengan pemandangan gunung yang menjulang dan juga persawahan yang indah. Sehingga hawa di tempat ini terasa sejuk dan nyaman.



Museum Wayang kekayon



Museum wayang kekayon terletak di jalan jogja-wonosari, Banguntapan , Bantul
Museum ini merupakan museum wayang terbesar di Indonesia karena di museum ini memiliki koleksi wayang sangat banyak dan lengkap sehingga tahun 2003 sudah ditetapkan UNESCO sebagai mastrepiece of the oral & Intangible Heritage of Humanity.
Museum ini didirikan oleh Prof. DR Dr KPH Soejono Prawirohadikusumo guru besar kedokteran Universitas Gadjah Mada yang juga budayawan jawa yang menyimpan dan memamerkan lebih dari 5.000 koleksi aneka jenis wayang dari nusantara hingga mancanegara. Museum Wayang Kekayon pun akhirnya berdiri dan diresmikan oleh Gubernur DIY pada waktu itu yaitu Paku Alam VIII pada tanggal  5 Januari 1990. Kekayon sendiri berasal dari kata Kayon atau Gunungan yang melambangkan alam semesta, pada pertunjukkan wayang saat kekayon ditanncapkan berarti kehidupan sudah dimulai.
Koleksi utama dari museum ini adalah seratus wayang kurawa. Selain itu, koleksi yang dapat dilihat antara lain: wayang purwa, madya, gedhog, klithik, dupara, diponegoro, krucil, kancil, suluh, golek, aneka topeng, busana wayang dan sebagainya. Selain wayang, adapula topeng-topeng dari mancanegara dan juga beberapa manekin wayang disimpan di dalam kotak kaca. Terdapat pula barong bali yang lumayan besar yang diletakkan di bagian depan museum .
Museum ini memiliki fasilitas pendopo yang biasa di sewa untuk acara pernikahan atau pun pertunjukkan wayang itu sendiri, kemudian terdapat area parkir yang luas, kamar mandi dan mushola.
Karena saya berkunjung ke museum ini bersama dengan teman-teman saya jadi saya didampingi oleh pemandu wisata yang berjaga di loket. Saya didampingi oleh pemandu wisata yang ramah dan memberikan informasi dengan jelas sehingga informasi yang ada dapat kami cerna.
Harga tiket yang saya bayarkan adalah seharga Rp.8000 disana saya sudah bebas mengambil gambar.



Museum Benteng Vredeburg



Museum benteng vredeburg berada di  Jl. Ahmad Yani no.6, Ngupasan, Gondomanan kota Yogyakarta. Museum vredeburg dahulunya merupakan tempat pertahan militer Belanda dan juga Jepang. Saat saya pertama masuk ke museum ini saya melewati gerbang putih yang unik dan sangat terlihat bahwa itu merupakan bangunan arsitektur  Belanda, kemudian saya masuk dalam ruangannya dan ada tembok yang seperti relief yang menceritakan tentang peperangan kala itu. Kemudian terdapat banyak patung para tokoh pahlawan yang telah gugur. Selain itu di sepanjang museum ini terdapat banyak miniatur-miniatur orang-orangan yang menceritakan bagaimana proses warga Indonesia melawan para penjajah. Terdapat pula foto-foto, dan lukisan tentang perjuangan nasional dalam merintis, mencapai, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia. Museum ini memiliki beberapa diorama-diorama yang harus kita masukki satu persatu. Selain menjadi sarana edukasi untuk belajar sejarah, tempat ini juga bagus menjadi spot foto karena banyak patung-patung yang berpose unik sehingga kita bisa mengekspresikan gaya kita dalam berfoto kemudian bentuka bangunannya pun terlihat unik dan bergaya vintage yang cocok buat kamu yang suka foto-foto.
Saat itu saya berkunjung ke tempat ini bersama teman-teman saya ,sehingga saya mendapat pemandu wisata yang mendampingi.


Lawang sewu


Lawang sewu merupakan destinasi wisata bekas peninggalan sejarah dimana dulunya lawang sewu ini adalah tempat pengurungan tentara-tentara yang sedang berperang. Bangunan ini berukuran sangat besar dan memiliki pintu yang sangat banyak, karena itu disebut dengan lawang sewu yang artinya adalah seribu pintu . Saat saya dan teman-teman saya berkunjung kesana kami mendapat seorang pemandu wisata yang ikut bersama kami. Kemudian kami memasukinya dan kemudian melewati banyaknya ruangan disela-sela pemandu wisata kami sedang bercerita saya pun sejenak berfoto-foto dengan beberapa teman akan tetapi karena bapak pemandu itu sangat cepat menjelaskan bagian-bagian dari ruangan tersebut sehingga saya dan beberapa teman yang pun tertinggal dengan bapak pemandu wisata itu. Sehingga saya dan beberapa teman saya yang tertinggal itu sempat nyasar karena tidak tahu arah keluar. Karena kami panik lalu kami berlarian untuk segera mencari arah keluar. Dan akhirnya menemukan bapak pemandu wisata itu juga. Bapak ini mengajak kami melihat lorong bawah tanah dimana para tentara pernah di kurung disana. Lorong itu sangat gelap dan menakutkan bagi saya apalagi banyaknya rumor tentang horrornya lorong tersebut. Kemudian saya diajak ke lantai paling atas dimana itu terlihat seperti gudang dan kotor. Tempat itu seperti atap namun bisa kita masukki. Lagi – lagi tempat ini sangat gelap dan hanya mendapat sedikit cahaya dari jendela. Setelah itu kami turun untuk berfoto-foto karena bangunan ini sangat unik dan memiliki view yang bagus .



Candi Ijo


Candi ijo terletak di Desa Sambirejo, Prambanan, Sambirejo, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk menuju candi ini saya melewati jalan yang menanjak karena candi ini berada di dataran yang tinggi. Candi ini merupakan salah satu candi peninggalan hindu yang ada di Yogyakarta. Dapat dilihat dari atap candi yang berbentuk lancip yang menandakan itu adalah candi bercorak hindu. Karena candi berada di dataran tinggi , saat saya memasuki candi tersebut saya dapat melihat pemandangan kota yogya yang diselimuti oleh kabut. Pemandangan tersebut sangat dan sangat jarang untuk ditemukan. Di candi ijo ini terhampar rumput-rumput hijau yang menambah keindahan candi ini. Candi ijo ini modelnya seperti candi prambanan jadi pola letak candi itu menyebar di setiap satu atapnya. Sudah ada penambahan atau penggantian batu pada bangunan candi tersebut sehingga terlihat beberapa batu yang memiliki warna agak cerah. Harga tiket candi ini adalah Rp.5000 saja.

Selasa, 01 November 2016

Wisata Religi di Yogyakarta



Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta



Sejarah
Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 H.
Asal Usul Nama Kauman
Selain membangun masjid, Sri Sultan juga melengkapi dengan bangunan yang digunakan sesuai dengan fungsi masing-masing bangunan. Salah saatu bangunan tersebut adalah perumahan bagi penghulu Keraton dengan keluarganya. Perumahan yang dibangun di sisi utara masjid ini diberikan kepada para Ulama Ketib (Khotib), Abdi Dalem Kaji Selusinan dan Abdi Dalem Banjar Mangah. Di mana bangunan tersebut dinamakan Pakauman atau tempat para Kaum= Qoimuddin atau penegak agama, hingga akhirnya di kenal kampung Kauman.

Menurut salah seorang pengurus atau takmir masjid Gedhe Kauman, Rohib Winastuan, setidaknya ada tiga peristiwa penting yang menjadi saksi sejarah. Yang pertama sewaktu KH Ahmad Dahlan menjabat sebagai ulama Keraton, beliau berhasil mengoreksi atau membetulkan arah kiblat yang mempunyai selisih kemiringan 23 derajat. Kedua, pada masa perjuangan kemerdekaan RI, tempat ini sering digunakan oleh Tentara Rakyat Indonesia bersama para pejuang Asykar perang Sabil untuk menyusun strategi penyerangan melawan agresi Belanda.
“Yang ketiga, masjid ini juga banyak berperan sebagai sarana perjuangan komponen angkatan 66 yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia dalam menumbangkan Orde Lama dan membubarkan Partai Komunis Indonesia” jelas Rohib.


Keunikan
keunikan yang dimiliki oleh masjid ini adalah mempunyai gapura depan dengan bentuk semar tinandu dan sepasang bangunan pagongan di halaman depan untuk tempat gamelan sekaten. Kemudian selain menyajikan kilas balik sejarah masa lalu juga menghadirkan keindahan dan kekhasan arsitektur jawa islam pada setiap sudut bangunannya.

Opini
Selain sebagai wisata religi , tempat ini juga dapat menjadi tempat wisata sejarah karena masjid ini memiliki umur yang sudah tua sehingga memiliki banyak sejarah di dalamnya. Oleh karena itu masjid ini layak dijadikan destinasi jika anda sedang berkunjung ke Yogyakarta

Lokasi
Kampung Kauman terletak di sebelah barat Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung Kauman terletak dan dibatasi oleh jalan-jalan disekitarnya.

Akses
Dari Malioboro berbelok kekanan menuju ke barat melewati Jalan K.H Dahan, selanjutnya di selatan jalan setelah RS PKU Muhammadiyah wisatawan akan menemukan gapura Kauman.






Masjid Kampus UGM

http://alfianwidi.com/2017/06/masjid-kampus-ugm-2/


Sejarah
Masjid Kampus UGM pertama kali dibangun pada tanggal 21 Mei 1998 di bekas komplek pemakaman Tionghoa. Pembangunan masjid ini dikerjakan seluruhnya oleh mahasiswa Teknik Arsitektur UGM dan untuk menyelesaikan pembangunannya menghabiskan dana sebesar 9,5 miliar Rupiah. Kemudian masjid ini digunakan untuk pertama kalinya pada tanggal 4 Desember 1999

Keunikan
Masjid Kampus UGM yang terletak di kompleks Masjid Universitas Gajah Mada ini merupakan Masjid kampus terbesar se-Asia Tenggara. Masjid ini mengadaptasi gaya Arsitektur Masjid Nabawi serta kebudayaan dari berbagai kultur dunia yaitu Tionghoa, India dan kebudayaan Jawa. Bentuk utama bangunan masjid mengadopsi gaya arsitektur Jawa berupa rumah Joglo. Hal ini tampak dari atapnya yang berbentuk limasan. Halaman depannya yang berupa pelataran luas dengan sebuah kolam, air mancur dan beberapa palem menjulang tinggi mengadopsi gaya masjid Taj Mahal. Sementara interior masjid mencerminkan gaya Masjid Nabawi yang ditunjukkan melalui lengkungan-lengkungan yang berisi ornamen-ornamen dan kaligrafi.

Opini
Jika anda berkunjung ke Yogyakarta tak ada salahnya mengunjungi masjid yang satu ini karena kapan lagi anda dapat beribadah di masjid kampus terbesar se Asia Tenggara ini. Anda dapat berkunjungan bersama keluarga atau rombongan teman atau lainnya karena ukuran masjid ini sangat luas sekali. Atau pun mungkin anda yang akan segera menikah dapat juga melaksanakan akad di masjid ini

Lokasi
Kompleks Masjid kampus UGM, Bulaksumur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Akses
Akses paling mudah adalah masuk area kampus UGM melalui bundaran UGM. Dari arah Kotabaru, Anda cukup mengambil arah lurus hingga menemukan bundaran UGM dan lapangan tepat di depan gedung Grha Sabha Pramana UGM. Setelahnya, Anda tinggal ambil arah kanan. Tak lama kemudian Anda akan menemukan salah satu masjid kebanggaan warga Jogja ini. Melalui jalur ini Anda akan masuk melalui pintu sisi barat. Atau bisa juga ditempuh menggunakan angkutan umum yaitu bus kota jalur 4, 7, 10, 12, 13, 14, dan 15 lalu turun di gerbang Masjid